Archive for 2018
Theresa Dora Glorya
Theresa Dora Glorya adalah seorang pelajar asal Indonesia
yang lahir di Bandung, Jawa Barat,3 Desember 2002. Teman-teman dekatnya biasa
memanggilnya dengan sebutan “Tesa” . Theresa tinggal di Modernland. Saat Theresa sekolah dasar,Theresa sekolah di
Sekolah Anak Terang,Theresa termasuk
anak yang rajin dan giat dalam belajar,Theresa mempunyai banyak teman di
sekolah dasarnya dan dia sangat suka sekali menari. Sejak kelas 5 SD,pelajaran
yang Theresa gemari saat SD adalah IPA karena menurut Theresa pelajaran IPA itu
seru dan menyenangkan dan IPA itu mempelajari tentang mahluk hidup,Theresa juga
sangat suka Matematika.
Setelah Theresa lulus SD dengan nilai UN yang bagus,Theresa
melanjutkan studinya di SMPK PENABUR Kota Modern,Theresa memilih sekolah itu
karena sekolah tersebut dekat dengan rumahnya,jarak tempuh dari rumahnya ke
sekolah SMPnya hanya sejauh 5 menit saja,bahkan bisa kurang. Di sekolah barunya,
Theresa mempunyai beberapa teman dari SD yang ikut melanjutkan studinya ke PENABUR.
Di PENABUR mendapatkan banyak teman baru yang asik dan seru. pada saat SMP,
Theresa juga tak lupa melanjutkan hobinya yaitu menari dan dia juga tidak
melupakan nilai akademiknya. Pada akhir kelulusan kelas 9,dia mendapatkan hasil
nilai UN yang cukup memuaskan sehingga dia melanjutkan studi ke jenjang SMA
dengan status anak IPA.
Theresa melanjutkan
studi SMAnya di SMAK PENABUR Kota Tangerang,dia melanjutkan di sekolah tersebut
karena menurut dia SMAK PENABUR Kota Tangerang adalah sekolah terusan dari SMpnya,di
jenjang SMA pada tahun pertamanya alias kelas 10,dia sudah masuk dalam tim inti
dance atau tari modern,dia juga sudah berlomba-lomba dalam lomba tari
modern,walaupun dia menjadi tim dalam tari sekolahnya,dia tidak lupa akan
kewajibannya sebagai pelajar,hasil nilai-nilai Theresa selama di SMA ini
terutama pada tahun pertamanya tidak sama sekali bermasalah atau bisa dibilang
jelek.Dan Theresa juga merasa senang karena mendapatkan teman-teman yang baru
juga dari sekolah-sekolah lain yang tentunya seru dan asyik.
Theresa adalah orang yang bisa membagi waktunya dengan
baik,dia bisa mengatur jadwal latihan tarinya dengan jadwal belajarnya dan tak
lupa jadwal bermain dengan teman-temannya juga.Theresa juga merupakan anak yang
optimis dalam situasi apapun,dia mampu mengeluarkan rasa percaya diri tanpa
adanya hambatan yang dikatakan malu. itulah hal-hal yang bisa kita contoh dari
seorang Theresa Dora Glorya adalah dia baik,pandai dalam membagi waktu,dan
mengasihi kepada orang-orang yang dia sayangi serta mau berbaur dengan siapa
saja tanpa melihat latar belakang orang tersebut.
Penulis:
Fransiskus Pungkas Aji Sutianto
Penyunting:
Fredega Duta Nirvana
Biografi
Pada dasarnya arti biografi adalah teks yang berupa catatan yang menceritakan kisah perjalanan hidup tokoh dengan permasalahan dan berbagai prestasi yang pernah dialami tokoh tersebut.Jadi bisa kita katakan teks biografi adalah sebuah teks naratif yang menceritakan seorang tokoh secara objektif,namun di dalam menuliskan teks biografi,tokoh yang kita gunakan tokoh yang dibuat bukanlah sembarang tokoh,tetapi tokoh yang dimuat merupakan tokoh yang memiliki dedikasi dan prestasi di bidang tertentu sehingga layak dicatat dalam sejarah,teks biografi bukan hanya berisi tentang tanggal lahir dan tempat lahir,tetapi berisikan hal-hal yang lebih kompleks.
Didalam teks biografi kita bisa memaparkan 3 hal yaitu:
- keteladanan tokoh
- keistimewaan/kemenarikan tokoh
- permasalahan yang dihadapi tokoh
Teks biografi biasa disebut narasi yang bersifat nonfiktif karena teks tersebut menganalisis dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorag secara nyata tanpa rekayasa.
di dalam teks biografi,tedapat langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam membuatnya yaitu:
- membacara teks biografi dengan seksama
- menentukan ide pokok dalam setiap paragraf
- menentukan isi pokok dalam teks biografi
- mengumpulkan informasi terkait penentuan ide pokok teks biografi dari berbagai sumber
- meyusun ide pokok sesuai dengan struktur teks biografi
- menulis dalam kalimat yang runtut sehingga mudah dipahami oleh orang lain
Makna yang terdapat didalam teks biografi biasanya adalah makna denotasi dan makna konotasi.
Makna denotasi adalah makna yang sebenarnya merujuk pada makna kamus
Makna konotasi adalah makna yang bukan makna sebenarnya atau makna kiasan
Ciri-ciri kebahasan dalam teks biografi:
- menceritakan waktu lampau
- menggunakan kata-kata yang menunjukan urutan peristiwa
- menggunakan kata-kata yang menunjukan siapa,apa,kapan,di mana,bagaimana
- menggunakan kata-kata yang menunjukan nama tempat dan waktu
Tahap-tahap memilih tokoh dan menyusun kerangka teks biografi:
- penulis harus menentukan tokoh yang akan anda tulis biografinya
- penulis harus memahami cara penuturan atau penggunaan bahasa dalam teks biografi tokoh
- penulis harus mempunyai data yang akurat mengenai unsur-unsur penting,seperti nama lengkap,tempat tanggal lahir,prestasi yang diraih,dan hal-hal menarik.
- penulis harus mencari data pendukung yang faktual dari sumber-sumber terpercaya kebenarannya,baik dalam video,foto,catatan harian,dan lain sebagainya
- penulis dapat menyajikan teks dengan rangkaian kalimat yang baik dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia,yang bertujuan memudahkan memahami kalimat yang dibuat
- penulis harus cermat dalam merangkai sebuah wacan dalam menyajikan teks biografi
- orientasi merupakan gambaran awal atau pengenalan tokoh yang mau diceritakan pada teks biografi
sumber:bahasa indonesia Tikah Hatikah Mulyanis edisi revisi 2016
Teks Biografi
Debat
debat hakikatnya adalah saling adu argumentasi antarpribadi atau antarkelompok manusia,dengan tujuan mencapai kemenangan untuk suatu pihak.Dalam debat setiap pribadi atau kelompok mencoba menjatuhkan lawannya, supaya pihaknya berada pada posisi yang benar.Debat mempunyai tujuan yang adalah membuat kedua belah pihak mencoba membangun suatu kasusu yang didukung dengan argumen-argumen yang pro dan atau kontra berdasarkan pernyataan apa,mengapa,dan bagaimana serta diakhiri dengan simpulan.Menurut saya berdebat merupakan sesuatu yang cukup menantang dan seru karena kita akan merasakan kepuasaan tersendiri ketika saya memenangi suatu debat.
Debat juga memiliki suatu rangkaian teks yaitu:
Permasalahan
merupakan pernyataan yang membahas mengenai suatu topik dalam debat.Topik tersebut akan menentukan arah dan isi dalam suatu debat
Argumentasi
Ini adalah bagian dimana kita berpendapat dalam suatu debat yang bersifat logis yang bersertakan alasan,bukti,dan simpulan
Tanggapan
Tanggapan adalah respon terhadap argumen dari tim lawan.Sama seperti argumen tetapi argumen dalam tanggapan ini adalah milik tim lawan kita
Sudut pandang
Pernyataan setuju atau tidak setuju terhadap suatu permasalahan dalam debat dinamakan sudut pandang
Simpulan
Simpulan adalah pengungkapan inti atau pokok permasalahan debat.
Ada juga hal-hal yang harus diperhatikan dalam teks debat adalah sebagai berikut:
1.kenali bentuk perdebaan yang sudah anda saksikan atau anda dengarkan
2.kumpulkan informasi dari hasil debat yang anda saksikan atau anda dengarkan
3.susunlah kerangka penulisan teks debat dengan memperhatikan struktur teks debat
4.kumpulkanlah argumen-argumen dari teks yang disaksikan atau didengarkan
5.tuliskan beberapa sanggahan dari teks debat yang disaksikan atau didengarkan
6.kembangkan teks debat sesuai dengan kerangka yang telah dibuat
Bagaimana menentukan permasalahan dalam sebuah debat?
1.memilih topik permasalahan debar yang menarik
2.membatasi pokok permasalah pada debat
3.mengumpulkan bahan-bahan permasalahan debat
4menyusun bahan-bahan permasalahan debat
Berikut adalah contoh teks debat:
Selamat pagi dan salam sejatera.
Dewan juri, rekan-rekan dari tim kontra, dan pengatur waktu yang saya hormati.
Perkenalkan Kami dari SMA Kristen Kanaan Jakarta. Saya Veronica sebagai pembicara pertama; dimana tugas saya mendefinisikan mosi yang diperdebatkan pada pagi hari ini, kemudian memberi batasan sebagai dasar argumen tim kami, dan akan memperkuat argumentasi dengan beberapa penjelasan umum yang berkaitan dengan topik debat kali ini.
Selanjutnya rekan saya Hellen Yoanita sebagai pembicara kedua menanggapi pernyataan dari tim kontra, kemudian menguatkan kembali argumentasi tim kami dengan contoh – contoh kongkrit.
Terakhir sebagai pembicara ketiga, saudari Grace akan menanggpi kembali pernyataan dari tim kontra. Kemudian menguatkan argumentasi tim kami, dan merangkum pernayataan dari pembicara pertama dan kedua.
Bagian akhir dari sistematika debat ini akan ditegaskan kembali oleh saudari Hellen pembicara kedua tim pro dalam pidato penutup.
Dewan juri, dan hadirin sekalian.
Mosi debat pada kesempatan ini adalah Kebijakan Pemerintah dalam Menerapkan Full Day School.
Mengawali argumentasi tim kami, saya ingin mengutip Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tentangtujuan pendidikan nasional.
Di situ dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Jadi tujuan pendidikan bukan hanya untuk mendapatkan pekerjaan tetapi agar moral yang baik.
Siapa yang mengurus hal ini secara organisatoris, tentu pemerintah pusat, dalam hal ini kebijakan melalui menteri pendidikan.
Muhadjir Effendi selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang Full Day School. Kebijakan ini berlaku pada seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA di seluruh Indonesia.
Maksud dan tujuan dengan dikeluarkannya kebijakan ini adalah mengembalikan esensi pendidikan pada kondisi yang ideal, yakni pendidikan karakter dari siswa terpenuhi dan memperoleh pengetahuan umum yang mumpuni. Dengan demikian, kata Muhadjir Efendi, dilansir darihttp://nasional.kompas.com,
“Para siswa dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dan kegiatan kontraproduktif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan sebagainya”.
Selanjutnya soal perubahan nama full day school menjadi pendidikan penguatan karakter (PPK) akan dijelaskan oleh rekan saya Hellen sebagai pembicara kedua.
Bagian ini, saya ingin mengajukan pertanyaan retoris kepada tim kontra, ‘apakah tim kontra tidak mau memiliki moral yang baik?’. Karenafull day school fokusnya adalah pendidikan karakter. Terkait hal ini akan dijelaskan oleh rekan saya pembicara kedua.
Kami tim pemerintah, meyakini sepenuhnya bahwa hanya orang tidak waras saja yang tidak menginginkan moral dan ahlak yang baik. Pada konteks ini, artinya anda setuju dengan argumen kami.
Oleh karena itu, dapat saya simbulkan bahwa, kebijakan pemerintah tentang full day school harus dan sangat layak untuk didukung dengan beberapa argumen penutup, sebagai berikut:
1.Secara harafiah tugas seorang pelajar ya belajar. Maka apapun kebijakan pemerintah selama itu masih dalam koridor belajar maka harus didukung.
2.Di tengah fenomena teknologi yang terus berkembang dan kecenderungan remaja pada gadjet harus dikurangi, maka salah satu caranya adalah dengan full day school.
3.Minimnya waktu orang tua dengan anak karena rutinitas kerja maka kebijakan full day school adalah pilihan yang tepat untuk menghindari anak melakukan tindakan-tindakan negatif yang merugikan dirinya dan masa depannya.
4.Hidup itu selalu berkembang, oleh karena itu lembaga pendidikan pun harus menyesuaikan dengan perkembangan dan tantangan yang ada untuk menghasilkan generasi yang moralnya baik dan mampu bersaing dalam perkembangan zaman yang semakin moderen dan penuh tantangan.
5.Hanya dengan pendidikanlah maka keberadaan sebuah bangsa akan berlanjut. Oleh karena itu, pendidikan yang baik harus disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi oleh Indonesia saat ini; yakni keatusian sosial, radikalisme, tawuran antar pelajar, dan narkoba yang merusak seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa kami tim pro sangat mendukung mosi ini, dengan dasar argumentasi yang telah kami kemukakan sebelumnya.
Sekian dan terima kasih, selanjutnya saya kembalikan kepada moderator.
sumber:http://www.martinkarakabu.org/2017/05/contoh-teks-debat-lengkap-kebijakan.html
Ulasan tentang debat
anggota kelompok:
Pungkas Aji/xs2/11
Maria Angela/xs2/23
Deanella/xs2/6
NEGOSIASI Bahasa Indonesia.
M : “hai dea”
D : “hai juga maria”
M : “dea,kok kita gajinya gak naik-naik yah?”
D: “iya nih,udah 3 tahun lebih kita kerja
disini
M: “kita harus diskusiin nih ke Pak Kribo
D: "iya,takutnya ada salah kerja nih kita”
M:"selamat sore pak..”
A:"selamat sore…ada apa yah kalian datang
kesini? "
D:"kami sudah bekerja keras untuk
perusahaan,tapi kami merasa upah yang kami dapat tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari
hanya dengan 2juta perbulan,paling tidak kami menerima upah 3juta perbulan”
A:"maaf,tapi itu tidak mungkin,perusahaan
sudah menanggung beban terlalu berat "
M:"kalua begitu kami akan tetap mogok
kerja dong pak”
A:"tidak bisa,kita harus mencari jalan
keluar.saya akan mengusulkan kenaikan UMP sampai 2,3juta kepada direksi”
D: "tidak bisa pak,ini kota Jakarta semua
harga mahal,tolong diusahakan sampai 2.6juta"
A:"nanti saya akan mengusulkan ke direksi
2.4juta "
M:"tapi usahakan lebih pak.kami akan
bekerja lebih keras "
A:"baiklah,akan saya coba"
D:”baiklah pak.terima kasih pak”
A:”iya,sama-sama”
Tugas Negosiasi
Di dalam teks negosiasi terdapat pengajuan,penawaran,dan persetujuan.Berikut ini penjelasannya.
- pengajuan merupakan tahapan awal dalam negosiasi.Salah satu pihak mengajukan usulan dalam mengajukan usulan dalam proses negosiasi,misalnya menawarkan harga dalam proses jual beli.Kemudian,pihak yang lain mengajukan tanggapan terkait usulan yang diutarakan pihak pengajuan
- Penawaran merupakan inti dalam negosiasi.Dikatakan demikian karena dalam penawaran,pihak-pihak yang terlibat melakukan negosiasi untuk mencapai kesepakatan bersama.
- Persetujuan biasanya terjadi ketika pihak yang mengajukan pengajuan menyepakati tentang apa yang dinegosiasikan.
Dalam negosiasi tidak hanya berbentuk lisan atau dialog,tetapi terdapat negosiasi negosiasi tulisan. Negosiasi tulisan biasanya ditemukan pada surat.Adapun penawaran dalam bentuk lain,seperti brosur yang pernah kita lihat.
Segala sesuatu tentu memiliki kelebihan dan kelemahan,termasuk dalam negosiasi. Kelebihan dalam negosiasi adalah sebagai berikut.
- Negosiasi dapat memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang bernegosiasi untuk menentukan pilihannya
- Negosiasi tidak bergantung pada norma hukum
- Negosiasi dapat memberikan ruang kepada pihak-pihak yang bernegosiasi untun menentukan kesepakatan bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
- Semua pihak berhak memperoleh kesempayan untuk menjelaskan berbagai persoalan ketika bernegosiasi
- Negosiasi tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya kesepakatan antara pihak-pihak yang bernegiosiasi
- Sulit untuk melakukan negosiasi apabila posisi pihak-pihak yang melakukan negosiasi tidak seimbang
- Ketika bernegosiasi,hasilnya tidak dapat diputuskan secara langsung
Upaya negosiai diperlukan apabila anda tidak mempunyai pilihan yang lebih baik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi atau mendapatkan sesuatu yang anda inginkan.Selain itu,anda tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksaan suatu hasil yang anda inginkan.Keberhasilan negosiasi anda dipengharuhi oleh kekuasaan atau otoritas dari pihak lain
Ciri-ciri kebahasaan dalam teks negosiasi,antara lain:
- menggunakan bahasa yang santun
- tedapat ungkapan yang bersifat persuasif(mengajak,membujuk)
- kadang kala terdapat kalimat yang bersifak memerintah,memaksa
- adanya pasangan tuturan/partisipan
- jika berbentuk dialog,maka terdapat tanda baca titik dua (:) dan tanda petik (''...'')
Setelah anda menentukan topik dan menyusun kerangka dalam teks negosiasi,selanjutnya anda harus mengembangkan karangan menjadi teks negosiasi. Membuat teks negosiasi tetap harus memperhatikan EBI(Ejaan Bahasa Indonesia) dan aspek kebahasaan.Anda dapat merevisi teks negosiasi yang telah anda buat bersama teman-teman anda.
Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah suatu bentuk interaksi sosial dua pihak atau lebih dan merupakan bagian dari proses komunikasi. Negosiasi atau perundingan diperlukan ketika ada perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak yang menimbulkan pertentangan.
Oleh karena itu, negosiasi dilakukan untuk mencari kesepahaman antara kedua belah pihak, menghindari kerugian, dan mencapai kondisi yang saling menguntungkan. Contoh negosiasi yang sering muncul dalam keseharian adalah dalam kegiatan jual beli saat terjadi tawar-menawar.
Secara sederhana, teks negosiasi hanya memiliki tiga bagian: pembuka, isi, dan penutup. Negosiasi dengan bentuk seperti itu biasanya muncul akibat konflik. Akan tetapi, kadang kala negosiasi dapat bersifat kompleks, misalnya jual beli.
2. BAGIAN / STRUKTUR
Negosiasi yang cukup kompleks ini dapat memiliki tujuh bagian, yaitu orientasi, permintaan, pemenuhan, penawaran, persetujuan, pembelian, dan penutup.
1. Orientasi : awal perbincangan antara kedua belah pihak.
2. Permintaan : tahap pengutaraan keinginan masing-masing. Pada tahap ini dapat dilihat apakah ada perbedaan kepentingan dan tujuan atau tidak? Jika ternyata kedua belah pihak memiliki persamaan tujuan/persepsi, proses dapat langsung masuk ke nomor lima. Dengan demikian, negosiasi tidak perlu dilakukan. Dalam jual beli, barang atau jasa yang diinginkan bisa disampaikan di tahap ini.
3. Pemenuhan : dalam tahap ini, setiap pihak menyatakan apakah ada kesanggupan dalam memenuhi keinginan pihak yang lain atau tidak. (hal ini biasanya dilengkapi dengan adanya persyaratan. Dalam jual beli, misalnya, persyaratan yang dimaksud adalah harga awal yang ditentukan penjual.)
4. Penawaran : dalam tahap ini, satu pihak merasa keberatan atas tahap sebelumnya lalu melakukan penawaran peringanan persyaratan.
5. Persetujuan : Jika penawaran pada tahap sebelumnya dapat diterima oleh kedua belah pihak, muncullah kesepakatan. Dalam tahap ini diharapkan tercipta suatu kondisi yang saling menguntungkan dan kedua belah pihak mampu menyamakan persepsi.
6. Pembelian : pada tahap ini terjadi pembelian.
7. Penutup : Negosiasi telah berakhir dan kedua belah pihak berpisah.
Berikut adalah bentuk pasangan tuturan yang biasa terdapat dalam negosiasi.
a. Mengucapkan salam – membalas salam
b. Bertanya – menjawab /tidak menjawab
c. Meminta tolong – memenuhi/menolak permintaan
d. Menawarkan – menerima/menolak tawaran
e. Mengusulkan – menerima/menolak usulan.
Teks negosiasi adalah teks yang berisi kesepakatan antara dua belah pihak. Untuk mencapai kesepakatan tersebut dibutuhkan kalimat argumentasi (kalimat yang meyakinkan).
3. CIRI KEBAHASAAN
Perhatikan contoh berikut!
Penjual : Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Di sini murah-murah. Silakan, mau cari apa?
Pembeli : Ada HP Leknopo tipe S939, tidak?
Penjual : Ada, Kak.
Pembeli : Berapa harganya?
Penjual : 2, 9 juta, Kak.
Pembeli : Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya 2, 5 juta.
Penjual : Harga segitu saya gak bisa balik modal, Kak.
Pembeli : Turunin lagi boleh ya? 2, 6 bagaimana?
Penjual : Belum boleh, Kak. Tipe ini baru keluar. Dua juta delapan ratus lima puluh deh.
Pembeli : Wah, cuma turun lima puluh? Dua juta tujuh ratus, bagaimana, Mbak.
Penjual : Waduh, masih rugi, Kak. Begini deh, Kak, Dua juta tujuh ratus lima puluh. Itu sudah
murah, lho, kak.
Pembeli : Hmm…tapi gratis lapisan antigores, ya?
Penjual : Ya... boleh lah… dua juta tujuh ratus lima puluh gratis antigores.
Pembeli : Baik, ini uangnya.
Penjual : Ini barangnya, kak. Silahkan diperiksa terlebih dahulu. Garansi toko tiga bulan ya, Kak.
Pembeli : Ya. Terima kasih ya.
Penjual : Sama-sama. Silahkan datang lagi!
Sudahkah kalian perhatikan contoh di atas? Setelah kita cermati, ternyata ada beberapa ciri kebahasaan teks negosiasi yang muncul.
Berikut adalah ciri-ciri kebahasaan tersebut.
1. Bahasa Persuasif
Sebagian besar negosiasi dilakukan dengan menggunakan bahasa persuasif (persuade), yaitu bahasa yang dipakai untuk membujuk, mengajak, dan meyakinkan pihak lain. Perhatikanlah contoh-contoh bahasa persuasif berikut!
Contoh 1
Penjual : Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Di sini murah-murah. Silahkan, mau cari apa?
Contoh 2
Pembeli : Turunin lagi boleh ya? 2, 6 bagaimana?
Contoh 3
Penjual : Waduh, masih rugi, Kak. Begini deh, Kak, Dua juta tujuh ratus lima puluh. Itu
sudah murah, lho, kak.
2. Bahasa Interogatif
Bahasa interogatif adalah bahasa pertanyaan. Bentuk seperti ini tentu saja akan sering muncul dalam teks negosiasi. Ciri bahasa interogatif adalah penggunaan pronomina tanya, seperti apa, siapa, kapan, berapa, bagaimana.
Contoh 4
Pembeli : Ada HP Leknopo tipe S939, tidak?
Contoh 5
Pembeli : Berapa harganya?
3. Bahasa argumentatif
Untuk memperlancar negosiasi, bahasa persuasi terkadang tidak cukup. Untuk itu, diperlukan bahasa argumentasi, yaitu bahasa yang digunakan untuk menyampaikan alasan dan pemberian bukti. Dalam contoh di atas, bentuk argumentasi adalah sebagai berikut.
Contoh 6
Pembeli : Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya 2, 5 juta.
Dalam tuturan di atas, si calon pembeli berusaha meyakinkan penjual dengan berargumentasi bahwa di internet, harga yang dimaksud hanya 2,5 juta.
4. Bahasa santun
Kesopanan adalah satu syarat keberhasilan negosiasi. Tanpa hal ini, pihak lain kecil kemungkinan untuk mau menerima permintaan kalian. Beberapa cara untuk menciptakan kesantunan dalam berbahasa adalah dengan menggunakan kalimat-kalimat bernada syarat atau pengandaian yang terlihat dari adanya penggunaan konjungsi pengandaian, seperti jika, kalau, bila, andai. Selain itu, pemilihan pronomina sapaan juga harus diperhatikan. Pronomina kamu seharusnya dihindari dan diganti dengan kata Anda atau sapaan hormat lain, seperti Bapak atau Ibu.
Contoh 7
Pembeli : Turunin lagi boleh ya?
Contoh di atas menunjukkan bahwa calon pembeli berusaha untuk menawar harga dengan menggunakan kesopanan, boleh ya. Bandingkan jika calon pembeli mengatakan, “Mahal amat? Turunin lagi dong harganya!” Tentu saja itu akan sangat tidak sopan.
Contoh 8
Kalau bisa, turunkan lagi harganya boleh?
Kalimat di atas adalah contoh kesantunan dengan menggunakan konjungsi pengandaian.
5. Kalimat deklaratif
Kalimat deklaratif adalah kalimat yang bertujuan memberitakan sesuatu kepada pihak lain. Kalimat deklaratif dapat juga disebut dengan kalimat berita atau kalimat pernyataan.
Contoh 9
Penjual : 2, 9 juta, Kak.
Penjual : Harga segitu saya gak bisa balik modal, Kak.
Ciri-ciri kebahasaan teks negosiasi dari sumber lain adalah
1. persuasif,
2. interogatif,
3. argumentatif,
4. santun, dan
5. deklaratif.




